Minggu, 07 Juli 2013

Budaya Organisasi

Ketika seseorang bergabung kedalam suatu orgainisasi, secara tidak sadar atau tidak sadar dia akan memahami dengan sendirinya segala sesuatu tentang bagaimana caranya untuk bertindak didalam organisasi yang diikutinya tersebut. Pemahaman terhadap sesuatu tersebutlah yang disebut dengan budaya organisasi.

 Pengertian Budaya Organisasi
Pengaruh yang diakibatkan oleh suatu budaya organisasi, sangat penting peranananya terhadap organisasi yang memilikinya.  Menurut Michael Armstrong dalam bukunya yang berjudul Handbook of Human Resource Management Practice, budaya organisasi atau budaya perusahaan adalah nilai, norma, keyakinan, sikap dan asumsi yang merupakan bentuk bagaimana orang-orang dalam organisasi berperilaku dan melakukan sesuatu hal yang bisa dilakukan.

Dari pernyataan tersebut diatas, dapat kita asumsikan bahwa budaya organisasi adalah sumber dasar bagaimana setiap anggota suatu organisasi bertindak dan berperilaku didalam organisasi yang diikutinya. Namun, budaya organisasi tidak langsung ada ketika organisasi yang memilikinya terbentuk. Suatu budaya organisasi dapat terbentuk dari sikap dan tindakan yang dilakukan oleh anggota didalam suatu organisasi terlebih dahulu. Setelah budaya organisasi terbentuk, maka setiap anggota organisasi tersebut dapat secara tidak sadar akan mengikuti budaya organisasi tersebut, baik oleh anggota yang merupakan alasan terbentuknya organisasi tersebut maupun anggta yang baru tergabung dalam organisasi tersebut setelah budaya organisasi tersebut terbentuk.

 Fungsi Budaya Organisasi
Fungsi budaya pada umumnya sukar dibedakan dengan fungsi budaya kelompok atau budaya organisasi, karena budaya merupakan gejala sosial. Menurut Ndraha (1997 : 21) ada beberapa fungsi budaya, yaitu :

  1. Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat
  2. Sebagai pengikat suatu masyarakat
  3. Sebagai sumber
  4. Sebagai kekuatan penggerak
  5. Sebagai kemampuan untuk membentuk nilai tambah
  6. Sebagai pola perilaku
  7. Sebagai warisan
  8. Sebagai pengganti formalisasi
  9. Sebagai mekanisme adaptasi terhadap perubahan
  10. Sebagai proses yang menjadikan bangsa kongruen dengan negara sehingga terbentuk nation – state

Sedangkan menurut Robbins (1999:294) fungsi budaya didalam sebuah organisasi adalah :

  1. Budaya mempunyai suatu peran menetapkan tapal batas
  2. Budaya berarti identitas bagi suatu anggota organisasi
  3. Budaya mempermudah timbulnya komitmen
  4. Budaya meningkatkan kemantapan sistem sosial

 Tipologi Budaya Organisasi
Beberapa metode telah digunakan untuk mengklasifikasikan budaya organisasi :

Hofstede (1980) menunjukkan bahwa ada budaya nasional dan regional kelompok yang mempengaruhi perilaku organisasi. Hofstede mencari perbedaan nasional antara lebih dari 100.000 karyawan IBM di berbagai belahan dunia, dalam upaya untuk menemukan aspek budaya yang mungkin mempengaruhi perilaku bisnis. Hofstede mengidentifikasi empat defenisi budaya dalam studinya tentang pengaruh nasional: 

  1. Power jarak Tingkat dimana masyarakat mengharapkan ada akan perbedaan tingkat kekuasaan. Sebuah nilai yang rendah mencerminkan pandangan bahwa semua orang harus memiliki hak yang sama. 
  2. Ketidakpastian menghindari mencerminkan sejauh mana masyarakat menerima ketidakpastian dan risiko.
  3. Individualisme vs kolektivisme – individual adalah kontras dengan kolektivisme , dan mengacu pada sejauh mana orang diharapkan untuk berdiri sendiri, atau alternatif bertindak dominan sebagai anggota kelompok atau organisasi.Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa individualisme yang tinggi belum tentu berarti kolektivisme yang rendah, dan sebaliknya. Penelitian menunjukkan bahwa kedua konsep ini sebenarnya tidak berhubungan. Beberapa orang dan budaya mungkin memiliki keduanya individualisme tinggi dan kolektivisme tinggi, misalnya.Seseorang yang sangat menghargai tugas ke grup nya tidak selalu memberikan prioritas yang rendah untuk kebebasan pribadi dan swasembada
  4. Maskulinisme vs feiminisme mengacu pada nilai ditempatkan pada laki-laki atau perempuan nilai-nilai tradisional.Male nilai misalnya termasuk daya saing, ketegasan, ambisi, dan akumulasi harta kekayaan dan materi.

Deal dan Kennedy mendefinisikan budaya organisasi sebagai cara hal-hal yang bisa dilakukan di sini ini. Dalam kaitannya dengan umpan balik akan berarti respon yang cepat dan terukur organisasi juga di ition, seperti calon atau militer penerbangan minyak. 

Budaya Proses terjadi dalam organisasi di mana ada atau tidak ada sedikit feedback. Orang-orang menjadi macet dengan bagaimana hal-hal yang dilakukan tidak dengan apa yang ingin dicapai.Meskipun mudah untuk mengkritik budaya ini karena terlalu berhati-hati atau terjebak dalam pita merah, mereka menghasilkan hasil yang konsisten, yang sangat ideal, misalnya, pelayanan publik.

Charles Handy (1985) mempopulerkan kerja 1972 dari Roger Harrison untuk melihat budaya yang beberapa sarjana telah digunakan untuk menghubungkan struktur organisasi dengan budaya organisasi. Dia menggambarkannya sebagai berikut :

  1. Budaya Power yang memusatkan kekuasaaan di antara beberapa. Kontrol memancar dari pusat seperti web. Kekuasaan dan pengaruh menyebar keluar dari seorang tokoh sentral atau kelompok. Power keinginan dari orang atas dan hubungan pribadi dengan yang penting individu lebih dari setiap judul formal posisi. Power Budaya memiliki beberapa aturan dan sedikit birokrasi ; keputusan yang cepat dapat terjadi. 
  2. Dalam Budaya Peran, orang telah jelas mendelegasikan otoritas dalam struktur didefinisikan tinggi. Biasanya, organisasi-organisasi membentuk hirarki birokrasi. Power berasal dari posisi seseorang dan lingkup kecil ada untuk daya ahli. Dikendalikan oleh prosedur, deskripsi dan definisi peran otoritas. Diprediksi dan konsisten sistem dan prosedur yang sangat dihargai.
  3. Sebaliknya, dalam Budaya Tugas, tim dibentuk untuk memecahkan masalah tertentu. Power berasal dari keahlian selama tim membutuhkan keahlian.Budaya ini sering menampilkan garis pelaporan ganda dari suatu struktur matrik. Itu semua pendekatan tim kecil, yang sangat terampil dan spesialis di pasar mereka sendiri pengalaman. 
  4. Sebuah Budaya Orang ada di mana semua orang percaya diri lebih unggul dari organisasi. Survival dapat menjadi sulit bagi organisasi seperti itu, karena konsep organisasi menunjukkan bahwa sekelompok orang yang berpikiran seperti mengejar tujuan organisasi.Beberapa kemitraan profesional dapat beroperasi sebagai budaya orang, karena masing-masing pasangan membawa keahlian tertentu dan klien bagi perusahaan. 

 Daftar pustaka
Source and Reference :

Minggu, 02 Juni 2013

Imbalan dan Hukuman dalam Organisasi

 Pendahuluan

Didalam suatu organisasi, setiap anggota maupun pemimpin dalam organisasi tersebut pasti memiliki suatu aturan yang tujuan utamanya antara lain agar tidak terjadi suatu konflik yang mengancam organisasi tersebut. Aturan tersebut ada untuk ditaati oleh anggota organisasi tersebut. Namun tidak jarang didalam suatu organisasi pasti ada beberapa anggotanya yang melanggar aturan yang telah dibuat. Selain aturan yang telah dijelaskan diatas, setiap anggota dalam organisasi pasti memiliki tugas dengan tujuan yang berbeda-beda. Tugas yang diberikan memang seharusnya dapat dikerjakan dengan baik dan mendapatkan hasil yang maksimal. Namun tidak jarang pula dalam suatu tugas yang diberikan, anggota organisasi cenderung mengalami kegagalan dengan berbagai faktor.

Berhubungan dengan contoh masalah yang telah dikemukakan diatas maka kita akan menemui istilah Imbalan dan Hukuman. Imbalan dalam organisasi berhubungan dengan taat terhadap aturan atau keberhasilan menjalankan tugas yang diberikan kepada anggota organisasi sehubungan dengan contoh diatas. Sedangkan contoh hukuman didalam organisasi yang sesuai dengan kedua topik diatas adalah pelanggaran terhadap aturan yang telah dibuat atau kegagalan dalam menjalankan tugas yang diberikan. Meskipun Imbalan dan Hukuman tidak selalu diberikan kepada anggota organisasi, namun tidak ada salahnya untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan imbalan atau hukuman yang ada didalam organisasi. Dalam artikel ini, akan dibahas Imbalan dan Hukuman dalam organisasi.


 Definisi

Menurut Triton (123:2010) Imbalan adalah satu upaya yang dilakukan oleh manajemen untuk meningkatkan prestasi kerja, motivasi, dan kepuasan kerja para karyawan.

Sedangkan definisi Hukuman menurut Robert Konopaske dkk dalam bukunya yang berjudul Perilaku dan Manajemen Organisasi edisi 7 mendefinisikan Hukuman (Punishment) sebagai tindakan menyajikan konsekuensi yang tidak menyenangkan atau tidak diijinkan sebagai hasil dari dilakukannya perilaku tertentu.


 Tujuan Imbalan dan Hukuman

Menurut Triton (128-131:2010) Tujuan Imbalan  adalah sebagai berikut :

1.    Ikatan kerjasama,
2.    Tujuan kepuasan kerja,
3.    Tujuan pengadaan efektif,
4.    Tujuan motivasi,
5.    Tujuan stabilitas karyawan,
6.    Tujuan disiplin,
7.    Tujuan meminimalisasi protes serikat buruh.
8.    Tujuan meminimalisasi intervensi pemerintah.

Sedangkan tujuan Hukuman dalam Organisasi sebenarnya hampir sama dengan Tujuan Imbalan, namun Hukuman dalam organisasi memiliki fungsi yang diharapkan, yaitu :

  1. Membatasi perilaku. Hukuman menghalangi terjadinya pengulangan tingkah laku yang tidak diharapkan.
  2. Bersifat mendidik.
  3. Memperkuat motivasi untuk menghindarkan diri dari tingkah laku yang tidak diharapkan
Selain itu, tujuan lain dari hukuman adalah agar orang yang melakukan kesalahan atau pelanggaran merasa takut dan berjanji untuk tidak melakukan kesalahan yang telah dilakukan.


 Pengaruh Terhadap Kinerja Organisasi

Sesuai dengan tujuan dari Imbalan dan Hukuman yang telah diutarakan diatas, maka tujuan utama dari Imbalan dan Hukuman dari organisasi adalah motivasi dan didikan kepada para anggota organisasi. Dengan motivasi dan didikan itulah kinerja dari para anggota organisasi tersebut dapat menjadi lebih maksimal. Imbalan dan Hukuman tersebut dapat pula dianggap sebagai tarikan dan dorongan terhadap kinerja Organisasi. Dengan Imbalan kita anggap sebagai faktor yang menarik para anggota untuk bekerja lebih giat karena dengan adanya imbalan tersebut, maka para anggota organisasi akan terus berusaha mendapatkan Imbalan yang diharapkan. Sedangkan Hukuman yang dianggap sebagai faktor pendorong akan mengurangi peluang kegagalan para anggota organisasi, karena dengan adanya hukuman maka para anggota akan terus berupaya untuk menyelesaikan suatu tugas dengan sebaik-baiknya untuk menghindari Hukuman yang tidak diharapkan oleh mereka. Selain itu hukuman juga dapat mendidik para anggota organisasi untuk belajar lebih bertanggung jawab yang dapat memaksimalkan kinerja organisasi.


 Daftar Pustaka

Source and Reference :

Minggu, 28 April 2013

Pengambilan Keputusan dalam Organisasi

Dalam keberlangsungan setiap kegiatan berorganisasi, pasti akan menemui sebuah situasi dimana harus dilakukannya sebuah atau lebih suatu pengambilan keputusan.
Menurut para ahli, pengambilan keputusan merupakan proses pemilihan antara berbagai alternatif (Shull, Delbecq, & Cummings, 1970).

Dalam pengertian pengambilan keputusan tersebut diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa dengan berbagai alternatif yang ada untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu dalam organisasi, diperlukan suatu pengambilan keputusan yang matang agar suatu masalah yang ada dapat diselesaikan dengan baik dan agar tidak menjadi masalah berlarut-larut. Cakupan masalah yang terdapat dalam organisasi tidak hanya berdasarkan konflik yang muncul dari dalam atau luar organisasi tersebut, akan tetapi dapat juga berasal dari keinginan suatu organisasi untuk memajukan organisasi yang dijalankan.


 Jenis Keputusan Organisasi

Jenis keputusan secara umum dibedakan menjadi dua jenis yaitu keputusan strategis yang menentukan kebijakan dan arah organisasi serta keputusan operasional yang menyangkut pengelolaan organisasi sehari-hari.

Selain itu pengambilan keputusan juga dibedakan menjadi keputusan yang diprogramkan (program decision) dan keputusan yang tidak diprogramkan (non-programmed decision). Ada pula pendapat lain yang membagi keputusan menjadi keputusan administratif dan keputusan strategis.


 Faktor yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan

Berikut ini adalah berbagai faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan :

1.    Posisi
Posisi dibedakan menjadi letak posisi dan tingkatan posisi dalam pengambilan keputusan. Letak posisi dibedakan menjadi pembuat keputusan (decision maker), penentu keputusan (decision taker) ataukah staf (staffer). Sedangkan tingkatan posisi dibedakan menjadi strategis, policy(kebijakan), peraturan, organisasional, operasional, teknis.

2.    Masalah
Masalah merupakan penyimpangan dari apa yang diharapkan. Dapat dibedakan menjadi : masalah terstruktur dan tidak terstruktur. Selain itu dapat dibedakan juga menjadi masalah rutin dan insidentil.

3.    Situasi
Dapat dibedakan menjadi faktor yang konstan dan tidak konstan.

4.    Kondisi

5.    Tujuan

Selain faktor diatas, pendapat lain mengenai faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan dalam organisasi adalah :

1.    Keadaan interen organisasi.
2.    Keadaan ekstern organisasi.
3.    Tersedianya informasi yang diperlukan.
4.    Kepribadian dan kecakapan pengambil keputusan.


 Daftar Pustaka

  • M. Steers, Richard. 1977. Efektivitas Organisasi. Terjemahan oleh Dra. Magdalena Jamin. 1985. Jakarta : Sapdodadi


Source and reference :


Senin, 01 April 2013

Peran Komunikasi dalam Organisasi

Didalam suatu organisasi, peran komunikasi sangatlah penting untuk mendukung segala macam proses yang ada didalam organisasi tersebut.

Dalam Buku  Komunikasi Organisasi, definisi  komunikasi menurut Carl I. Hovland, Janis, and Kelley adalah : “Communication is the process by which an individual transmits stimuly (usually verbal) to modify the behavior of other individuals”. “Dengan kata lain, komunikasi adalah proses individu mengirim stimulus yang biasanya dalam bentuk verbal untuk mengubah tingkah laku orang lain. Pada definisi ini mereka menganggap komunikasi  sebagai suatu proses, bukan sebagai suatu hal”. (Muhammad, 2009 : 2)1 .

Dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa peran komunikasi dalam organisasi sangat besar peranannya karena merupakan suatu proses yang berperan untuk memberikan pengaruh dari satu orang kepada orang lain, dari satu orang kepada sekelompok orang atau dari sekelompok orang kepada seseorang.

Peran Komunikasi dalam Organisasi erat kaitannya dengan komunikasi orgainasi. Secara spesifik, aktivitas yang dilakukan oleh komunikasi organisasi adalah :

1.    Operasional-internal
2.    Operasional-eksternal
3.    Personal

Komunikasi Organisasi memiliki jaringan dan arus tersendiri. Jaringan komunikasi organisasi dibagi menjadi empat menurut lewis :

1. Keteraturan Jaringan.
2. Temuan-temuan/inovatif jaringan. 
3. Keutuhan integratif/pemeliharaan Jaringan.
4. Jaringan Informatif-instruktif.


Sedangkan arus komunikasi organisasi adalah :

1.   Arus Komunikasi Vertikal. Dibedakan menjadi : dari atas kebawah (Downward Communication) dan dari bawah keatas (Upward Communication).
2.   Arus Komunikasi Horizontal

Taufik Nugraha, “Bab II Tinjauan Pustaka“, http://elib.unikom.ac.id/download.php?id=138571.

 Daftar pustaka

Source and Reference :



Senin, 21 Januari 2013

Kepemimpinan Presiden Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang biasa kita kenal sebagai BJ. Habibie merupakan presiden Indonesia dan merupakan salah satu tokoh pemimpin yang dihormati, termasuk oleh saya pribadi. Beliau lahir pada tanggal 25 Juni 1936 di Parepare Sulawesi Selatan dari pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan R.A. Tuti Marini Puspowardojo.

BJ. Habibie merupakan presiden Republik Indonesia yang ketiga dengan masa jabatan dari 21 Mei 1998 sampai 20 Oktober 1999. Selain sebagai seorang presiden, BJ. Habibie juga pernah menangani  berbagai jabatan seperti, Wakil Presiden Indonesia ke-7, Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia ke-1 dan juga menjabat sebagai ketua umum ICMI (Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia) pada masa jabatannya sebagai menteri.

Pada tulisan ini, penulis akan mengemukakan bagaimana kepemimpinan Habibie sebagai seorang presiden.

Presiden Habibie merupakan lulusan tehnik mesin dari Institut Teknologi Bandung dan lulusan tehnik penerbangan spesialisasi konstruksi pesawat terbang dari RWTH Aachen, Jerman Barat. Meskipun Presiden Habibie tidak memiliki latar belakang politik, namun Habibie dapat menjelma menjadi sosok pemimpin yang cukup dikagumi. Awal pemerintahan Presiden Habibie tidaklah mudah. Beliau harus menerima kondisi Indonesia yang kacau balau pasca mundurnya Presiden Soeharto. Dengan banyaknya terjadi kerusuhan di berbagai wilayah di Republik Indonesia pada saat itu, Presiden Habibie yang merupakan seorang jenius mengambil berbagai langkah yang sangat tepat dalam menangani masalah yang muncul.

Habibie merupakan seorang pemimpin yang bersifat demokratik. Pencapaian yang dimiliki beliau diantaranya adalah pelaksanaan otonomi daerah. Dengan adanya otonomi daerah ini,  berbagi macam kerusuhan yang terjadi dapat diredam. Sejalan dengan kepemimpinannya yang demokratik tersebut, kebebasan untuk mengeluarkan pendapat dan membentuk serikat-serikat tersendiri membawa dampak positif untuk negara Indonesia. Tak hanya itu, Presiden Habibie juga membebaskan para tahanan politik yang ditangkap pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Tak hanya pada bidang politik, di bidang ekonomi pun Presiden Habibie memiliki pencapaian yang fantastis. Pada akhir masa pemerintahannya, nilai tukar rupiah terhadap dollar mencapai angka Rp. 6.500,- per US DOLLAR. Hal yang tidak dapat dilakukan oleh para presiden setelah dirinya sampai saat ini. (Penulis berharap Semoga di masa yang akan datang nilai tukar Rupiah semakin menguat bahkan melebihi nilai tukar DOLLAR. Semoga saja.)

Pemerintahan Presiden Habibie tidak semua berjalan mulus. Hal yang cukup fatal bagi dirinya  yaitu mengizinkan diadakannya referendum kdi Timor Timur untuk memilih apakah ingin tetap bergabung dengan NKRI atau memisahkan diri. Akibat dari hasil referendum tersebut, Timor Timor kini memisahkan diri dan berganti nama menjadi Timor Leste. Dengan terlepasnya Timor Timur menimbulkan banyak kontroversi di negara Republik Indonesia. Hal ini membuat pidato pertanggung jawaban Presiden Habibie ditolak oleh MPR dan membuat dirinya tidak mencalonkan diri pada pemilu berikutnya. Namun, dengan lepasnya Timor Timur ada dampak positif tersendiri yang didapat oleh Indonesia seperti bersihnya nama Indonesia dimata dunia. Hal ini karena maraknya terjadi kasus pelanggaran HAM di Timor Timur. Selain itu, Presiden Habibie mungkin memiliki pemikiran tersendiri mengenai Timor Timur.

Saat ini, Presiden Habibie merupakan penasehat kepresidenan dimulai pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hingga akhir masa kepresidenannya, Presiden Habibie selalu mengemban tugasnya dengan baik. Kepemimpinannya yang bersifat demokratik, mampu membawa Indonesia melalui masa-masa sulit. Sang Jenius di bidang tehnik, mampu membawa perubahan yang sangat besar kepada negara. Sungguh beliau merupakan kebanggaan bangsa dan merupakan seorang presiden yang penulis hormati setelah Presiden Soekarno. Semoga di masa yang akan datang, Indonesia dapat memiliki pemimpin seperti beliau lagi. 

Reference :

Rabu, 02 Januari 2013

Tips Aman Berkendara Jarak Jauh Menggunakan Sepeda Motor.

Sepeda motor sudah menjadi kendaraan yang umum digunakan oleh masyarakat. Penggunaanya pun beragam mulai dari kegiatan sehari-hari bahkan digunakan sebagai kendaraan wisata. Sebagai kendaraan yang cukup hemat biaya, sepeda motor mampu digunakan untuk menjangkau jarak yang cukup jauh untuk berbagai keperluan tertentu. Penggunaan pada jarak jauh membutuhkan kesiapan baik pengendara sepeda motor maupun sepeda motor yang digunakan itu sendiri.

Berikut ini akan disampaikan tips yang diharapkan akan cukup efektif agar kita dapat berkendara motor berjarak jauh dengan aman dan nyaman.


 Cek Kondisi Sepeda Motor

Hal yang pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek kondisi sepeda motor. Perhatikan settingan yang terdapat di sepeda motor anda baik gas maupun pengereman. Sesuaikan dengan gaya berkendara. Disarankan untuk melakukan servis berkala sebelum hari perjalanan dan mengisi penuh bahan bakar minyak.


 Membawa Peralatan dan Memakai Atribut Berkendara yang Lengkap

Peralatan yang dimaksud disini adalah seperti toolkit yang digunakan dalam kondisi darurat bila terjadi sesuatu ditengah perjalanan. Disarankan untuk membawa busi cadangan. Jas hujan perlu dipersiapkan karena cuaca sewaktu-waktu dapat berubah. Jas hujan yang digunakan sebaiknya berjenis setelan karena lebih aman digunakan dan lebih nyaman.
Atribut yang paling umum digunakan adalah jaket, helm, celana panjang, sepatu dan tas. Agar lebih nyaman berkendara sebaiknya gunakan atribut tambahan seperti sarung tangan dan rompi. Atribut tambahan tersebut digunakan terutaman bila cuaca dingin dan untuk mengurangai terpaan angin yang mengenai badan.

Tas yang digunakan sebaiknya berjenis tas gendong atau backpack karena jenis tersebut merupakan jenis yang paling nyaman digunakan untu pengendara motor. Penggunaan tas paha dan tas pinggang pun disarankan untuk menyimpan peralatan berharga daripada harus meletakkan disaku celana. Helm yang digunakan haruslah menutupi kepala hingga bagian belakang. Tipe yang digunakan adalah half face atau full face. Bila akan berkendara kedaerah pegunungan, sebaiknya membawa anti fog untuk digunakan pada kaca helm. Hal tersebut perlu dilakukan karena kaca helm pada umumnya akan berembun bila digunakan pada cuaca dingin.

  
 Patuhi Peraturan Berlalu Lintas dan Pilih Jalur Berkendara yang Tepat

Untuk memenuhi keamanan dan keselamatan berkendara harap perhatikan rambu-rambu lalu lintas dan arahan petugas kepolisiaan. Harap pilih jalur yang aman dan tidak terdapat kriminalitas. Hindari jalur yang terlalu sepi dan jarang digunakan karena rawan kriminalitas.
Selain tips tersebut diatas harap diperhatikan kondisi stamina kita agar dalam kondisi fit untuk melakukan perjalanan. Beristirahatlah bila merasa lelah, namun tetap perhatikan tempat yang aman digunakan untuk beristitahat seperti SPBU. Bila harus berboncengan, setiap sepeda motor hanya dapat digunakan untuk 2 orang dewasa dan 1 anak-anak. Melebihi kapasitas tersebut, maka sepeda motor tidak akan aman digunakan.

Menggunakan sepeda motor untuk jarak jauh merupakan hal yang sah-sah saja dilakukan. Selama keamanan menjadi faktor yang terpenting agar dapat mencapai tujuan dengan selamat. Selain keamanan, faktor kenyamanan juga perlu dijadikan sebagai pertimbangan. Keep Safety Riding, Stay Safe.  

Selasa, 01 Januari 2013

Airsoftgun

Dari sekian banyak hobi yang dikenal oleh masyarakat indonesia, airsoftgun merupakan hobi yang memiliki cukup banyak peminat. Peminat hobi ini kebanyakan berasal dari kalangan remaja hingga dewasa dengan mayoritas kebanyakan adalah laki-laki. Meskipun airsoftgun sudah cukup terkenal dengan banyaknya peminat pada permainan ini, namun masih banyak masyarakat awam yang sedikit mengerti apa sebenarnya yang dimaksud dengan airsoftgun, oleh karena itu, dalam artikel berikut ini akan dijelaskan mengenai airsoftgun.

Airsoftgun merupakan replika senjata api berbagai jenis dan model yang dapat menembakan peluru bernama bb bullet dengan menggunakan tekanan udara. Ukuran peluru airsoftgun adalah 6mm dengan berbagai jenis bahan seperti plastik, kaca dan besi/alumunium. Peluru yang paling umum digunakan oleh pengguna dalam sebuah permainan (skirmish) airsoftgun adalah berbahan plastik. Sedang jenis lain digunakan untuk kesempatan tertentu dan pada umumnya dilarang digunakan dalam sebuah kompetisi ataupun ditembakan pada pemain lain.
Bahan yang digunakan pada airsoftgun pada umumnya adalah plastik abs dan metal, tergantung pada tipe dan harga airsoftgun itu sendiri. harga airsoftgun metal jauh lebih mahal dari bahan abs, hal itu dikarenakan bahan metal memiliki kekuatan tembak yang lebih besar daripada bahan plastic abs. Satuan yang digunakan untuk kekuatan tembak airsoftgun adalah fps atau feet per second (kaki per detik).

Airsoftgun memang dapat dikatakan sebagai permainan, namun airsoftgun bukanlah permainan yang dapat dimainkan disembarang tempat. Airsoftgun pun tidak dapat dijadikan sebagai alat pertahanan diri. Peredaran airsoftgun di Indonesia masih dibatasi oleh pemerintah, terutama airsoftgun dengan berbahan metal. Untuk kepemilikan sebuah airsoftgun, seseorang harus memiliki KTA dan izin dari perbakin. Hal ini dikarenakan airsoftgun berbahan metal merupakan replika yang sangat mirip dengan aslinya dari segi bentuk, bobot dan penampilannya sehingga bila tidak diawasi, airsoftgun tersebut dapat digunakan untuk perbuatan melanggar hukum dan merugikan baik pecinta airsoftgun maupun masyarakat umum.


 Type dan Jenis Airsoftgun

Airsoftgun memiliki berbagai jenis atau type, yaitu :

1.   Spring
Airsoftgun dengan type spring biasanya berbahan plastic abs atau metal. Type spring memiliki kekuatan tembak sekitar 150-300 fps bila masih menggunakan standar pabrik dan berbahan abs. Type spring dengan bahan metal sering dipakai untuk model sniper, dan memiliki kekuatan tembak yang besar. Sistem airsoftgun dengan type spring adalah sekali kokang, sekali tembak. Maksudnya adalah, untuk menembakkan 1 bb maka harus dikokang terlebih dahulu sebanyak 1 kali. Type spring memiliki banyak peminat karena harganya merupakan yang paling terjangkau untuk type abs, sedang untuk bahan metal harganya sangat mahal. pemilik pun dapat melakukan perubahan bentuk sehingga sesuai dengan keinginan pemiliknya (dikenal dengan istilah diy atau do it yourself).

2.   GBB dan GBBR
GBB (gas blow back) dan GBBR (gas blow back riffle) adalah jenis airsoftgun yang menggunakan gas. Gbb merupakan nama yang digunakan untuk model handgun (pistol tangan) sedang gbbr untuk model senapan. Kedua tipe tersebut biasanya berbahan metal dan dapat menembakan peluru bb dengan mode semi otomatis. Maksudnya adalah airsoftgun hanya butuh sekali kokang, lalu peluru bb dapat ditembakan berkali-kali dengan menarik pelatuk selama gas dan jumlah bb masih tersedia. 1 tarikan pelatuk = 1 peluru yang ditembakkan. Kekuatan tembak untuk jenis ini ada diatas type spring.

3.   LPEG
Airsoftgun dengan type LPEG (low pressure electric gun) berbahan plastik abs dan ditenagai oleh baterai. Model tersebut dapat menembakan peluru bb secara otomatis tanpa perlu mengokangnya. Kekuatan tembak untuk jenis ini hampir sama dengan type spring.

4.   AEG
Airsoftgun AEG merupakan jenis yang paling mahal diantara type lainnya (bersaing dengan harga spring metal) bahan yang digunakan adalah metal dan dapat menembakkan peluru secara otomatis (terus-menerus selama pelatuk ditekan) tanpa perlu dikokang. Sama seperti type spring metal, type aeg memiliki kekuatan tembak yang paling tinggi. Meskipun harganya sangat mahal, namun peminat untuk jenis ini cukup banyak, jenis ini terutama banyak digunakan dalam kompetisi.

Semua type airsoftgun dapat melakukan upgrade sehingga kekuatan tembak yang dikeluarkan menjadi lebih besar.

Airsoftgun merupakan hobi yang cukup banyak diminati oleh masyarakat Indonesia terutama untuk kaum pria. Meskipun airsoftgun dapat dikatakan sebagai permainan, namun dalam permainan ini harap diperhatikan peraturan agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan seperti memakai peralatan dengan lengkap (rompi, helm atau pelindung mata), tidak memperlihatkan kepada umum secara terbuka, mengarahkan kepada orang lain (kecuali sesama pemain yang memakai peralatan lengkap) dan sebagainya. Untuk airsoftgun dengan type metal diwajibkan memiliki KTA agar tidak disalahgunakan.